Senin, 09 Maret 2015

Sekolah penerbangan terbaik

Sekolah Pilot Investasi Masa Depan

Jumlah lulusan pilot di dalam negeri masih belum berimbang dengan kebutuhan perusahaan penerbangan di Indonesia yang terus berkembang.

Seiring dengan meningkatnya perkembangan bisnis internasional dibidang penerbangan, para maskapai penerbangan terus berupaya memenuhi kebutuhan dan kualitas pilot.

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 242 juta orang maka tak pelak jumlah trafik penumpang udara di Indonesia dalam satu dekade terakhir telah meningkat dengan tajam, bahkan beberapa analis penerbangan di Tanah Air memperkirakan jumlah penumpang udara di Indonesia tahun 2015 akan bisa menembus 100 juta orang.

Apakah ada penempatan kerja di airline ? Secara statistik jumlah pilot yang ada sekarang masih jauh di bawah cukup Jika di hitung dari ratio pesawat dan crew. Jadi jika anda lihat secara garis besar, jika sekarangpun masih belum cukup, bagaimana dengan planning pesawat yang sedang dalam proses pembelian (GARUDA, LION, CITILINK, SKY, DLL) jadi dalam jangka 5 tahun kedepan, masa depan sebagai pilot masih sangat menjanjikan.

Menjadi pilot bagi sebagian orang merupakan pekerjaan yang dimimpikan. Pendapatan jauh di atas rata-rata pekerjaan lain, fasilitas yang bagus, kesempatan jalan-jalan gratis ke berbagai kota di seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia adalah salah satu alasannya.
Apalagi, keadaan geografis Indonesia yang merupakan kepulauan, diiringi perkembangan industri dan peluang pasar yang begitu menjanjikan, kini hampir semua perusahaan penerbangan berlomba-lomba menambah jumlah armadanya. Sehingga kebutuhan akan pilot juga tinggi.

Menurut hitungan Ketua Federasi Pilot Indonesia, perusahaan penerbangan di Indonesia butuh tambahan sebanyak 800 – 900 pilot baru. “Karena kita masih kekurangan pilot sekitar 300-400 orang setiap tahunnya”

Lebih baik sekolah pilot Indonesia atau luar negeri?



Salah satu kendala kurangnya pasokan pilot lokal adalah, karena biaya

sekolah pilot tergolong mahal. Total biaya pendidikan satu pilot di Indonesia sekitar Rp 500 juta-Rp 700 juta. Kalau di luar negeri bisa sekitar US$ 33 ribu – US$ 50 ribu. Semua orang bisa menjadi pilot asal ada uang sebesar itu. 
Tapi apakah benar seperti itu? 

Siapapun yang berminat menjadi pilot asal memiliki biaya atau sponsor maka akan dengan mudah bisa menjadi seorang pilot komersial ? 

Namun ada juga Flying School yang menyediakan cicilan bahkan hingga 60 Kali, suatu program yang sangat membantu dan menjadi solusi dalam biaya sekolah penerbangan (flying school).

Untuk menjadi pilot, seorang calon pilot yang bersekolah sekolah penerbangan (flying school) harus menyelesaikan pendidikannya di sekolah penerbangan (flying school), dimulai dari first flight, first solo, first cross country, PPL (Private Pilot License) , CPL (Commercial Pilot License), hingga Multi Engine dan Instrument Rating yang menghabiskan jam terbang sebanyak 150 jam terbang.

Bila di Indonesia, tes yang diharuskan untuk menjadi penerbang adalah tes kesehatan dan bahasa Inggris. Tapi dengan terbatasnya tempat yang tersedia di sekolah penerbang maka setiap sekolah di Indonesia mengadakan tes penerimaan yang biasanya berupa tes akademik termasuk bahasa Inggris dan mungkin juga tes psikologi serta tes bakat terbang sedangkan ada pula sekolah penerbangan (flying school) yang tidak mengharuskan di adakan nya tes untuk menjadi penerbang. Di requirement hiring airline (cari di google), tidak ada tertulis requirement tinggi badan atau mata minus, nilai rapot, lulusan IPA dll.

Mengapa memilih sekolah penerbang di Luar Negeri?

Jawabannya adalah: selain soal harga, ketersediaan pesawat yang berfungsi semua dan pelatih (instruktur) menjadi daya tarik utama. Dunia sekolah penerbangan di Indonesia, rata-rata memiliki sedikit pesawat latih atau banyak pesawat latih tetapi banyak yang tidak beroprasi dan sedikit pelatih (instruktur).

Sekolah Murah belum tentu kualitas tidak baik dan sekolah mahal belum tentu kualitas baik.

Berikut adalah TOP 10 Sekolah Penerbangan / Flying School yang di rekomendasikan 

Tahun 2014 :


No
Sekolah
Total Fee
Note
1
US$ 33.000
Anda bisa lulus hanya dalam
8 bulan, biaya sekolah cukup murah, Tersedia Cicilan Hingga 60 Kali dan murid indonesia lebih di perioritaskan.
2
Bali International Flight Academy (BIFA)
Rp 620.000.000
Punya kerja sama dengan Garuda Indonesia namun proses seleksi sangat ketat.
3
STPI Curug
Rp 20.000.000
Sekolah penerbangan Negeri. Proses seleksi sangat ketat, hanya 20 siswa diterima tiap tahunnya
4
ATKP Surabaya
Rp 48.000.000
Sekolah penerbangan negeri. Biaya pendidikan terjangkau namun proses seleksi cukup ribet
5
Bandung Pilot Academy
Rp 620.200.000
Biayanya pendidikannya mahal dan instrukturnya masih sedikit
6
Alfa Flying School
Rp 650.000.000

7
Nusa Flying School
Rp 251.000.000 (PPL saja)
Bekerjasama dengan maskapai penerbangan Lion Air
8
Aero Flyer Institute
US$ 55.000
Biaya tinggi dan pesawat latih masih sedikit
9
Proflight Pilot School
Rp 645.000.000
Prosek seleksi  panjang dan siswa yang diterima hanya 12 orang tiap batch nya.
10
All Asia Aviation Academy
US$ 43.000

PENDIDIKAN CALON MASINIS

IMG_2716
Seorang masinis diperbolehkan menjalankan lokomotif dan kereta api tentunya dengan menempuh proses yang sangat panjang. Saat Ini PT Kereta Api (Persero) sudah memiliki tempat pelatihan khusus untuk mendidik para calon masinis. Yakni BPTT (Balai Pelatihan Teknik Traksi) yang berkedudukan di Yogyakarta.
Para calon masinis tersebut harus memenuhi persyaratan kualifikasi pendidikan yang sudah ditentukan oleh perusahaan. Minimal lulusan SMK jurusan teknik atau D3 jurusan teknik mesin. Tidak hanya itu, persyaratn umum juga harus dipenuhi, yakni berpenampilan sehat dant umur tidak lebih dari 39 tahun.
Selain lulus tes masuk menjadi calon pegawai PT KA, maka para calon masinis ini diwajibkan mengikuti pelatihan pembentukan selama 3 minggu. Dilanjutkan dengan orientasi kerja selama 2 minggu. Kemudia calon masinis tersebut diwajibkan ikut Pelatihan Traksi Lintas Diesel (TLD 3 Masinis) selama 2,5 bulan di BPTT Yogyakarta.
Jika lulus dalam pelatihan TLD 3, maka calon masinis akan langsung diangkat sebagai pegawai PT KA. Kemudian langsung berdinas Los di Dipo Lokomotif selama 3 bulan.
SIM Masinis
Calon masinis dilatih untuk menjalankan lokomotif selama satu bulan. Apabila sudah terampil dan lancar maka akan langsung mendapatkan SIM T.63 atau sudah resmi menjadi asisten masinis. Untuk dapat menjadi seornag masinis seutuhnya dan dapat membawa lokomotif dengan handal, untuk itu diharuskan belajar jalan atau lintas selama 3 bulan. Selain itu persyaratan lain menurut Undang-Undang No 23 Tahun 2007, para masinis wajib memiliki kecakapan yang dikeluarkan oleh Kantor Pusat PT KA.
SIM untuk masinis memiliki 2 klasifikasi tergantung kelas KA yang dilayaninya. Yakni T.62 dan T.62A. SIM T.62 diperuntukan untuk masinis langsir dan KA dengan kecepatan rendah yakni kurang dari 45 km/jam. Sedangkan untuk SIM T.62A diperuntukan untuk kelas masinis diatasnya yakni dengan klasifikasi lokomotif-lokomotif besar dengan kecepatan di atas 45 km/jam. Setelah seorang masinis yang telah memiliki SIM tersebut selanjutnya adalah memiliki BV (Baan Vakt). Yakni surat izin melintasi lintasan tertentu. Biasanya dilakukan oleh setiap Daop. Misalnya, masinis Daop 1 Jakarta tidak diperbolehkan untuk melintasi Daop 3 Cirebon bila tak memiliki BV Daop tersebut.
Sumber : Majalah KA, November 2014

Obrolan Plus dan Minus

syam wongtani
-"Janganlah MENYEMBAH kuburan!"
+"Setahu saya, hanya mereka yang nalarnya bersumbu pendek yang selalu menilai negatif-justifikatif orang lain!"

-"Tak perlu merayakan mawlidurrasul, karena akan MENGKULTUSKAN beliau!"
+"Pobhia-mu terhadap sesuatu, kawan, tak perlu kau paksakan pada orang lain!"

-"Merayakan ma
ulid? Tak usah! Apa kalian akan menuhankan Muhammad sebagaimana Nasrani menuhankan Isa?"
+"Seberapa hebatnya dirimu, sehingga kau remehkan akal jernih kami dalam mencintai Baginda Rasulullah?"

-"Ah, dasar kelompok yang MEMPERTUHANKAN KIAI!"
+"Baiklah, maaf, saya malah curiga panjenengan mempertuhankan AGAMA, bukan mempertuhankan Allah!"

-"Bayi yang baru lahir tak perlu diadzani dan diiqamati. Hadisnya Dhoif, bahkan ada yang menilai Mawdlu'!"
+"Wahai ibunda, lebih baik mana; kalimat mulia nan syahdu atau ocehanmu yang pertama kali didengar telinga buah hatimu?!"

-"Itu tidak ada dalilnya. Bid'ah Dholalah!"
+ "Sudah berapa ribu kitab yang kau baca, sahabatku! Berapa ratus ulama yang kau cucup ilmunya? Bukankah lebih bijak tatkala kau katakan BELUM MENEMUKAN DALIL-nya!"

-"Tashawwuf, sufi, thariqah dan semacamnya itu bikin umat Islam pemalas. Jumud. Akhirnya gampang dijajah kaum kafir! Paham?"
+"Saya memahami ucapanmu, sahabatku. Tapi tidak memahami LOGIKA-mu. Sebutkan saja jumlah perlawanan terhadap kolonialisme yang dilakukan pengamal tarekat di berbagai negara dalam puluhan kurun. Tolong, sebutkan, sebutkan 5 saja! Masih berkilah, sebutkan minimal 50 nama muhadditsin dan fuqaha' yang merupakan sufi-sufi besar! Saya kira cukup sebagai panduan narasi historismu yang tendensius-justifikatif. Saya tidak menuduh panjenengan dungu, tapi saya kira panjenengan bisa memahami ucapan saya."

-"Kita harus kembali ke al-Qur'an dan Assunnah!"
+ "Kembali?! Kami bahkan tidak pernah MENINGGALKANNYA, mengapa harus KEMBALI?!

-"Ikuti Manhaj Salaf!"
+"Selama ini pegangan kami, guru-guru kami, juga karya para ulama Salaf! Sanad guru-guru kami juga terkoneksi secara valid dengan ulama penulisnya. Mengapa harus menjadi makmum madzhab Salaf versimu?!"

-"Laknat Allah bagi pelaku bid'ah seperti kalian!"
+ "Kami, ya, kami, maaf, selalu me-WASPADA-i siapapun yang mengaku memperjuangkan KEBENARAN, tetapi mulutnya menyemburkan kalimat laknat, caci-maki, dan kutukan terhadap saudara seiman!"

Setelah membaca dialog di atas, bagi panjenengan yang mau menanam bibit nasehat menggunakan kalimat normatif, seperti
"Mengapa perkara seperti ini dipersoalkan?!"
"Kapan umat bersatu jika terus seperti ini?"
"Ya Akhy, istighfar!"
"MasyaAllah, bukankah kita saudara seiman?!"
"Bertaubatlah ya akhy!"
.......dan nasehat lainnya, saya sarankan, agar menyimpan kalimat tersebut di brankas, karena saat ini saya hanya butuh suplai eskrim Magnum. Sesederhana itu, kawan!
--
Wallahu A'lam Bisshawab...

Urutan Kepangkatan POLRI

  Urutan Kepangkatan POLRI

Nama Pangkat
Singkatan
Simbol
Letak
PERWIRA TINGGI


Pundak
Jenderal Polisi
Jend. Pol
Komisaris Jendral Polisi
Komjen Pol
Inspektur Jenderal Polisi
Irjen Pol
Brigadir Jenderal Polisi
Brigjen Pol
PERWIRA MENENGAH
Komisaris Besar Polisi
Kombes Pol
 
Pundak
Ajun Komisaris Besar Polisi
AKBP
Komisaris Polisi
Kompol
PERWIRA PERTAMA
Ajun Komisaris Polisi
AKP
 
Pundak
Inspektur Polisi Satu
Iptu
Inspektur Polisi Dua
Ipda
BINTARA TINGGI
Ajun Inspektur Polisi Satu
Aiptu
Pundak
Ajun Inspektur Polisi Dua
Aipda
BINTARA
Brigadir Polisi Kepala
Bripka
Pundak
Brigadir Polisi
Brippol
Brigadir Polisi Satu
Briptu
Brigadir Polisi Dua
Bripda
TAMTAMA
Ajun Brigadir Polisi
Abrippol
Pundak
Ajun Brigadir Polisi Satu
Abriptu
Ajun Brigadir Polisi Dua
Abripda
Bhayangkara Kepala
Bharaka
Bhayangkara Satu
Bharatu
Bhayangkara Dua
Bharada




 

Polri (1 Januari 2001 - sekarang)
Polri (1 Juni 2000-31 Desember 2000)
Polri (dulu)
Perwira Tinggi
Jenderal Polisi (Jenderal Pol)
Jenderal Polisi
Komisaris Jenderal Polisi
Inspektur Jenderal Polisi
Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol)
Brigadir Jenderal Polisi
Perwira Menengah (Pamen)
Komisaris Besar Polisi (KOMBES POL)
Senior Superintendent
Superintendent
Komisaris Polisi (KOM POL)
Asisten Superintendent
Perwira Pertama (Pama)
Senior Inspektur Polisi
Inspektur Polisi I
Inspektur Polisi II
Ajun Inspektur Polisi I
Ajun Inspektur Polisi II
Sersan Mayor Polisi
Brigadir Polisi (BRIGPOL)
Sersan Kepala Polisi
Sersan Satu Polisi
Sersan Dua Polisi
Bhayangkara Utama I
Bhayangkara Utama II
Bhayangkara Utama Muda
Bhayangkara Kepala (BHARAKA)
Bhayangkara Kepala
Bhayangkara Satu (BHARATU)
Bhayangkara I
Bhayangkara Dua (BHARADA)
Bhayangkara II